Rabu, 28 Maret 2012

BAB 3 MANUSIA DAN LINGKUNGAN


BAB III
MANUSIA DAN LINGKUNGAN HIDUP

A.  Pengertian Manusia dan Lingkungan
1.      Pengertian Manusia
Manusia adalah makhuk hidup ciptaan Tuhan dengan segala fungsi dan potensinya yang tunduk kepada aturan hokum alam, mengalami kelahiran, pertumbuhan, perkembangan, matidan seterusnya, serta terkait dan berinteraksi dengan alam dan lingkungannya dalam sebuah hubungan timbal balik, baik positif atau negatif.
2.      Pengertian Lingkungan
Lingkungan adalah suatu media, dimana makhluk hidup tinggal mencari penghidupannya, dan memiliki karakter serta fungsi yang khas yang terrkait secara timbale balik dengan keberadaan makhluk hidup yang menempatinya, terutama manusia yang memiliki peranan yang lebih kompleks dan riil.

3.      Pengertian Lingkungan Hidup
Lingkungan hidup adalah segala sesuatu yang ada di sekitar kita yang berupa makhluk hidup, baik itu manusia, binatang maupun tumbuhan.
Makhluk yang bernafas adalah sebagian dari lingkungan hidup, semakin berkurangnya wilayah hutan dan langkanya jenis bintang tertentu merupakan bukti dari rusaknya lingkungan hidup. Faktor terbesar yang menjadi penyebab fenomena tersebut adalah kerakusan manusia. Atas nama industrialisasi dan hawa nasu, manusia menjadi penghancur bagi kehidupan jenis makhluk hidup tersebut.
4. Cara Pelestarian Lingkungan Hidup
·         Menghentikan penebangan hutan secara liar, sebab hutan memiliki peran sebagai paru-paru bumi yang menyaring udara kotor dan menghasilkan udara segar dan sehat.
·         Hindari membuang sampah sembarangan, terutama  sampah yang tidak mudah terurai seperti plastik. Karena hal ini akan menyebabkan tanah kurang sehat dan merusak ekosistem tanah seperri kurang suburnya anaman dan matinya binatang dalam tanah seperti cacing. Padahal, cacing sangat di butuhkan untuk menggemburkan dan menyuburkan tanah.
·         Budayakan menggunakan peralatan yang ramah lingkungan dan bisa di daur ulang, hal ini untuk mengurangi jumlah sampah yang ada di bumi.
·         Kurangi konsumsi bahan bakar kendaraan bermotor untuk mengurangi polusi. Tanamkan kebiasaan untuk menggunakan kendaraan ramah lingkungan, seperti yang menggunakan bahan bakar tenaga surya atau juga dengan bersepeda.
·         Kembangkan budaya untuk menanam pohon di sekitarkita. Hal ini akan memperbanyak jumlah pohon ada dibumi & sebagai media untuk memperbaiki kualitas udara di bumi.

B.  Korelasi Antara Manusia dengan Lingkungan
1.      Pengertian Ekologi
Ekologi terdiri atas dua suku kata Yunani yaitu Oikos (rumah tangga), dan Logos (firman atau ilmu). Jadi secara harfiah, ekologi berarti ilmu kerumahtanggaan.
Definisi lain untuk ekologi:
Ø  Ekologi adalah cabang biologi yang mempelajari hubungan timbal balik manusia dan lingkungannya.
Ø  Ekologi adalah studi ilmiah tentang interaksi yang menentukan penyebaran dan kepadatan makhluk hidup.
Ø  Ekologi adalah biologi lingkungan.
Jadi, Ekologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan timbale balik antara manusia dengan lingkungannya.

2.      Lingkungan Hidup Manusia
Manusia hidup, tumbuh dan berkembang dalam lingkungan alam dan social budayanya, hidup dalam sebuah ekosistem, dimana terdapat komponen abiotik (tanah, udara, air, cahaya, suhu) dan komponen biotik (produsen, konsumen, pengurai).
Selain itu di lingkungan terdapat factor-faktor seperti rantai makanan, habitat, populasi, komunitas, dan biosfer.


C.  Pengaruh Manusia pada Alam Lingkungan Hidupnya
Jika kita menelusuri kembali sejarah peradaban manusia di bumi ini, tampakah bahwa manusia sedikit demi sedikit mulai menyesuaikan diri pada alam lingkungan hidupnya. Bahkan, daripada itu manusia telah mengubah semua komunitas biologis di tempat mereka hidup. Perubahan alam lingkungan hidup manusia akan berpengaruh baik secara positif maupun negatif. Berpengaruh positif karena manusia mendapatkan keberuntungan dari peubahan tersebut dan berpengaruh negatif karena dapat mengurangi kemampuan alam lingkungan hidupnya untuk menyokong kehidupannya.

D.  Sumber Alam
Digolongkan menjadi 2, yaitu:
ü  Sumber Alam yang dapat diperbaharui (goongan sumber alam biotik) yaitu semua makhluk hidup, hutan, hewan, dan tumbuh-tumbuhan.
ü  Sumber Alam yang tidak dapat diperbaharui (golongan sumber alam abiotik) yaitu tanah, air, bahan-bahan galian, mineral dan bahan-bahan tambang lainnya.

E.   Permasalahan-permasalahan yang timbul
1.      Masalah Erosi dan banjir.
2.      Pecemaran Lingkungan mulai tanah,air,udara,suara.
3.      Kehutanan.

F.   Iptek dan kelestarian Hidup
1.      Pandangan Baru terhadap Lingkungan
Masalah lingkungan hidup sebenarnya bukan persoalan baru. Kerusakan lingkungan oleh aktivitas manusia yang makin meningkat, antara lain tercemarnya lingkungan oleh pestisida serta limbah industry dan transportsi, rusaknya habitat tumbuhan dan hewan langka serta menurunnya nilai estetika alam, merupakan beberapa masalah lingkungan hidup.
Pada tahun 1970-an dan 1980-an, masalah lingkungan hidup semakin meluas, karena terkait dengan meningkatnya atmosfer bumi sebagai akibat tidak terkendalinya efek rumah kaca. Pemanasan global pada tiga decade akhir abad ke 20 telah menimbulkan :
ü  Peningkatan suhu,
ü  Perubahan iklim terutma curah hujan,
ü  Peningkatan intensitas dan kualitas badai,
ü  Kenaikan suhu serta permukaan air laut.
Hal tersebut menyebabkan sebagian besar wilayah di dunia sering mengalami bencana. Sementara itu, air hujan semakin asam sehingga merusak lahan pertanian, hutan dan biota lainnya. Pada saat yang sama, para ahli menemukan lubang pada lapisan ozon di sekitar antartika.

2.      Dampak Pekembangan dan Penerapan Iptek, serta Perubahan Sosial Ekonomi terhadap Masalah Lingkungan Hidup
Manusia menciptakan teknoogi dengan maksud agar hidupnya lebih mudah, praktis, efisien dan tidak banyak mengalami kesulitan. Namun, tidak jarang iptek justru menimbulkan masalah serius bagi kehidupan umat manusia. Jadi, jelas bahwa perkembangan dan penerapan tidak selalu membawa dampak positif, namun juga dampak negatif.
G.  Etika Lingkungan
Etika secara etimologi berasal dari bahasa Yunani “Ethos” yang berarti watak atau adat kebiasaan.etika merupakan hubungan dari perbuatan seseorang yang dapat menimbulkan “penilaian” dari pihak lainnya akan baik buruknya perbuatan yang bersangkutan dengan hal tersebut (Rosady Ruslan, Etika Kehumasan Konsepsi dan Aplikasi). Sedangkan lingkungan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia yaitu daerah atau kawasan yang menerangkan kondisi keadaan sekitar yang mempengaruhi perkembangan dan tingkah laku organism. Seperti prinsip moral lingkungan. Etika lingkungan merupakan petunjuk atau arah perilaku manusia dalam mengusahakan terwujudnya moral lingkungan. Dengan etika lingkungan kita tidak saja mengimbangi hak dan kewajiban terhadap lingkungan, tetapi etika lingkungan juga membatasi tingkah laku dan upaya untuk mengendalikan berbagai kegiatan agar tetap berada dalam batas kelentingan lingkungan hidup kita.
Dengan kecenderungan dan kegairahan kita untuk mencoba untuk mengenall, mengerti dan memahami lingkungan hidup kita dengan seluk-beluknya, serta upaya untuk memiliki  kemampuan dan keterampilan yang makin baik dalam mengelola lingkungan hidup, kita memiliki harapan dan peluang yang cukup besar bahwa masalah lingkungan hidup yang makin rawan ini dapat kita atasi dengan sebaik-baiknya. Dengan etika lingkungan kita perlu meningkatkan solidaritas social diantara sesame, serta solidaritas alam lingkungan hidup.
Etika lingkungan dapat dibedakan menjadi beberapa yaitu :
a)      Etika Lingkungan Dalam

Etika lingkungan dalam adalah pendekatan terhadap lingkungan yang melihat pentingnya memahami lingkungan kesuluruhan kehidupan yang saling menopang, sehingga semua unsure mempunyai arti dan makna yang sama. Etika lingkungan ini memiliki prinsip yaitu bahwa semua bentuk kehidupan memiliki nilai bawaan dank arena itu memiliki hak untuk menuntut penghargaan karena harga diri, hak untuk hidup dan hak untuk berkembang. Premisnya adalah bahwa lingkungan moral harus melampaui spesies manusia dengan memasukan komunitas yang lebih luas. Komunitas yang lebih luas disini maksudnya adalah komunitas yang menyertakan binatang dan tumbuhan serta alam.

b)     Etika Lingkungan Dangkal
Etika lingkungan dangkal adalah pendekatan terhadap ingkungan yang menekankan bahwa lingkungan sebagai sarana untuk kepentingan manusia. Etika ligkungan dangkal ini biasanya diterapkan ada filsafat rasionalisme dan humanism serta ilmu pengetahuan mekanistik yang kemudian diikuti dan dianut oleh banyak ahli lingkungan. Kebanyakan para ahli lingkungan ini memiliki pandangan bahwa alam bertujuan untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia.



c)      Etika Pelestarian
Etika pelestarian adalah etika yang menekankan pada mengusahakan pelestarian alam untuk kepentingan manusia.


d)     Etika Pemeliharaan
Etika pemeliharaan dimaksudkan untuk mendukung usaha pemeliharaan lingkungan untuk kepentingan semua mahluk.




           







0 komentar:

Poskan Komentar